Thursday, December 24, 2009

Doa-doa mereka telah dikabulkan. Kini giliran kita berdoa…. (bag. Ke-3)

Nur Arif Hidayatmo
Doa-doa mereka telah dikabulkan. Kini giliran kita berdoa…. (bag. Ke-3)



Senin kemarin saya menyerah, karena tidak juga mendapatkan ide untuk menulis di forum ini. Saya berusaha untuk tidak menulis teori. Ingin sekali saya terus menulis yang tulisan itu bisa MENGGERAKKAN dengan izin Allah. Saat saya membacanya, saya bisa tergerak untuk MEMPRAKTEKKAN apa yang saya tulis.

Sampai sore saya menyerah. Mungkin hari Senin kemarin libur, dibuka lagi Kamis depan. Sampai sesuatu yang dikehendaki Allah terjadi.

Setelah Maghrib, sebuah pesan pendek masuk ke telphon selulerku. Ingin tahu apa isinya?

TEMANKU TELAH MENEMUI ORANGTUA SESEORANG, YANG MEMANG DIA INGINKAN DALAM HIDUP!!!

Doa-doa temanku telah dikabulkan Allah. Dia hanya menyerahkan kriteria pasangan hidup impiannya itu melalui doa-doa. Mungkin setiap hari ketika dia tahajjud dia sampaikan keinginannya itu kepada Allah. Dia pun sering menatap langit, dan ketika ia menatap langit, hatinya terus berdoa.

Sore itu aku sedang mengulang hafalan Surat Al Mulk. Tapi begitu dia kirim pesan, aku bahagia bukan main. Aku tersenyum-senyum sendiri sampai aku hentikan hafalan Quran-ku. Karena setiap mau membaca, aku tertawa dan tertawa lagi.

Lalu aku mengirim pesan: “Kalian benar-benar PASANGAN LANGIT (heavenly couples).”

Anda tahu kenapa?

Karena temanku itu telah berdoa selama 2 tahun MEMINTA orang itu kepada Allah agar orang itu dianugerahkan kepadanya!!!

Lalu aku berpikir, berkah sekali orang ini. Ia membawa keberkahan langit. Ia diminta dari Sisi Tuhan kita oleh temanku dalam waktu yang selama itu. Dikumpulkan oleh Allah doa-doa temanku selama 2 tahun, lalu diberikannya kepada temanku orang itu dalam waktu yang selama itu…subhaanallah, maa syaa’a Allahu la haula walaa quwwata illa billaah.

Untuk kalian kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan itu adalah doaku. Segala sesuatu memang ada di Sisi Allah, apapun itu. Dan temanku tahu itu. Makanya dia memintanya kepada Allah.

“Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, BERILAH AKU DARI SISI ENGKAU seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (Ali Imraan: 38)

Ada kakek dan nenek, mereka adalah teman masa kecil nenekku. Si kakek sakit sudah lama, sudah 1 tahun lebih. Mereka sudah sangat tua. Nenek itu telah shalat jamaah di mushalla sejak aku masih kecil. Saat aku kesana mendoakan kesembuhan untuk si kakek, nenek itu bilang:

“Cucu, sudah tidak ada yang Nenek tunggu lagi kecuali hanya adzan. Dan setelah shalat selesai, yang Nenek tunggu hanya adzan berikutnya. Dan itu setiap hari. Setiap malam pada jam 2 Nenek bangun, lalu tahajjud, dan setelah itu shalat hajat. Mudah-mudahan itu bisa dibawa mati. Adapun permintaan shalat hajat-nya, Nenek minta agar Nenek tidak kemana-mana lagi karena sudah lemah dan tua, tapi rizki datang sendiri kesini, ke rumah Nenek.”

Dan doa itu dikabulkan oleh Allah Subhaanahu wata’ala!!!

Hampir setiap hari, perajin bambu yang ada di sekitarku, para pembuat bakul dan sebagainya, datang sendiri ke rumah Nenek itu mengantar hasil pekerjaan tangan mereka. Mereka minta agar Nenek itu saja yang mau membelinya.

Tapi bagaimana cara nenek itu menjual semua barang itu ke pasar padahal dia sudah kerepotan dan lemah?

Allah yang menggerakkan para penjual untuk datang sendiri ke rumah Nenek itu untuk mengambil dan membeli barang-barang itu!!!

Maha Suci Allah atas segala sesuatu.

Doa-doa mereka telah dikabulkan. Kini giliran kita berdoa…. (bag. Ke-2)

Nur Arif Hidayatmo
Doa-doa mereka telah dikabulkan. Kini giliran kita berdoa…. (bag. Ke-2)



Terima kasih atas semua respon yang masuk kepada kami, Quranic Enlightenment (Pencerahan Qurani). Kami terharu. Kami bersyukur kepada Allah.

Sebagai ungkapan rasa syukur kami, kami ingin berdoa SESUATU YANG SEDIKIT MUSTAHIL, menurut ukuran kemanusiawian kita.

Kami ingin berdoa agar siapapun yang membaca Quranic Enlightenment, kemudian tergerak untuk mencobanya, mulai mengangkat tangannya untuk meminta kepada Allah, mulai menghidupkan sepertiga akhir malamnya, memulai harinya dengan Dhuha-dhuha yang indah dan telah menyedekahkan dari apa yang dimilikinya, terimalah doa dari kami ini, dan bila anda berkenan mohon agar di-amin-kan:

Ya Allah,
1 ar-Rahmaan Yang Maha Pemurah Al-Faatihah: 3
2 ar-Rahiim Yang Maha Pengasih Al-Faatihah: 3
3 al-Malik Maha Raja Al-Mu’minuun: 11
4 al-Qudduus Maha Suci Al-Jumu’ah: 1
5 as-Salaam Maha Sejahtera Al-Hasyr: 23
6 al-Mu’min Yang Maha Terpercaya Al-Hasyr: 23
7 al-Muhaimin Yang Maha Memelihara Al-Hasyr: 23
8 al-’Aziiz Yang Maha Perkasa Aali ‘Imran: 62
9 al-Jabbaar Yang Kehendaknya Tidak Dapat Diingkari Al-Hasyr: 23
10 al-Mutakabbir Yang Memiliki Kebesaran Al-Hasyr: 23
11 al-Khaaliq Yang Maha Pencipta Ar-Ra’d: 16
12 al-Baari’ Yang Mengadakan dari Tiada Al-Hasyr: 24
13 al-Mushawwir Yang Membuat Bentuk Al-Hasyr: 24
14 al-Ghaffaar Yang Maha Pengampun Al-Baqarah: 235
15 al-Qahhaar Yang Maha Perkasa Ar-Ra’d: 16
16 al-Wahhaab Yang Maha Pemberi Aali ‘Imran: 8
17 ar-Razzaq Yang Maha Pemberi Rezki Adz-Dzaariyaat: 58
18 al-Fattaah Yang Maha Membuka (Hati) Sabaa’: 26
19 al-’Aliim Yang Maha Mengetahui Al-Baqarah: 29
20 al-Qaabidh Yang Maha Pengendali Al-Baqarah: 245
21 al-Baasith Yang Maha Melapangkan Ar-Ra’d: 26
22 al-Khaafidh Yang Merendahkan Hadits at-Tirmizi
23 ar-Raafi’ Yang Meninggikan Al-An’aam: 83
24 al-Mu’izz Yang Maha Terhormat Aali ‘Imran: 26
25 al-Mudzdzill Yang Maha Menghinakan Aali ‘Imran: 26
26 as-Samii’ Yang Maha Mendengar Al-Israa’: 1
27 al-Bashiir Yang Maha Melihat Al-Hadiid: 4
28 al-Hakam Yang Memutuskan Hukum Al-Mu’min: 48
29 al-’Adl Yang Maha Adil Al-An’aam: 115
30 al-Lathiif Yang Maha Lembut Al-Mulk: 14
31 al-Khabiir Yang Maha Mengetahui Al-An’aam: 18
32 al-Haliim Yang Maha Penyantun Al-Baqarah: 235
33 al-’Azhiim Yang Maha Agung Asy-Syuura: 4
34 al-Ghafuur Yang Maha Pengampun Aali ‘Imran: 89
35 asy-Syakuur Yang Menerima Syukur Faathir: 30
36 al-’Aliyy Yang Maha Tinggi An-Nisaa’: 34
37 al-Kabiir Yang Maha Besar Ar-Ra’d: 9
38 al-Hafiizh Yang Maha Penjaga Huud: 57
39 al-Muqiit Yang Maha Pemelihara An-Nisaa’: 85
40 al-Hasiib Yang Maha Pembuat Perhitungan An-Nisaa’: 6
41 al-Jaliil Yang Maha Luhur Ar-Rahmaan: 27
42 al-Kariim Yang Maha Mulia An-Naml: 40
43 ar-Raqiib Yang Maha Mengawasi Al-Ahzaab: 52
44 al-Mujiib Yang Maha Mengabulkan Huud: 61
45 al-Waasi’ Yang Maha Luas Al-Baqarah: 268
46 al-Hakiim Yang Maha Bijaksana Al-An’aam: 18
47 al-Waduud Yang Maha Mengasihi Al-Buruuj: 14
48 al-Majiid Yang Maha Mulia Al-Buruuj: 15
49 al-Baa’its Yang Membangkitkan Yaasiin: 52
50 asy-Syahiid Yang Maha Menyaksikan Al-Maaidah: 117
51 al-Haqq Yang Maha Benar Thaahaa: 114
52 al-Wakiil Yang Maha Pemelihara Al-An’aam: 102
53 al-Qawiyy Yang Maha Kuat Al-Anfaal: 52
54 al-Matiin Yang Maha Kokoh Adz-Dzaariyaat: 58
55 al-Waliyy Yang Maha Melindungi An-Nisaa’: 45
56 al-Hamiid Yang Maha Terpuji An-Nisaa’: 131
57 al-Muhshi Yang Maha Menghitung Maryam: 94
58 al-Mubdi’ Yang Maha Memulai Al-Buruuj: 13
59 al-Mu’id Yang Maha Mengembalikan Ar-Ruum: 27
60 al-Muhyi Yang Maha Menghidupkan Ar-Ruum: 50
61 al-Mumiit Yang Maha Mematikan Al-Mu’min: 68
62 al-Hayy Yang Maha Hidup Thaahaa: 111
63 al-Qayyuum Yang Maha Mandiri Thaahaa: 11
64 al-Waajid Yang Maha Menemukan Adh-Dhuhaa: 6-8
65 al-Maajid Yang Maha Mulia Huud: 73
66 al-Waahid Yang Maha Tunggal Al-Baqarah: 133
67 al-Ahad Yang Maha Esa Al-Ikhlaas: 1
68 ash-Shamad Yang Maha Dibutuhkan Al-Ikhlaas: 2
69 al-Qaadir Yang Maha Kuat Al-Baqarah: 20
70 al-Muqtadir Yang Maha Berkuasa Al-Qamar: 42
71 al-Muqqadim Yang Maha Mendahulukan Qaaf: 28
72 al-Mu’akhkhir Yang Maha Mengakhirkan Ibraahiim: 42
73 al-Awwal Yang Maha Permulaan Al-Hadiid: 3
74 al-Aakhir Yang Maha Akhir Al-Hadiid: 3
75 azh-Zhaahir Yang Maha Nyata Al-Hadiid: 3
76 al-Baathin Yang Maha Gaib Al-Hadiid: 3
77 al-Waalii Yang Maha Memerintah Ar-Ra’d: 11
78 al-Muta’aalii Yang Maha Tinggi Ar-Ra’d: 9
79 al-Barr Yang Maha Dermawan Ath-Thuur: 28
80 at-Tawwaab Yang Maha Penerima Taubat An-Nisaa’: 16
81 al-Muntaqim Yang Maha Penyiksa As-Sajdah: 22
82 al-’Afuww Yang Maha Pemaaf An-Nisaa’: 99
83 ar-Ra’uuf Yang Maha Pengasih Al-Baqarah: 207
84 Maalik al-Mulk Yang Mempunyai Kerajaan Aali ‘Imran: 26
85 Zuljalaal wa al-’Ikraam Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan Ar-Rahmaan: 27
86 al-Muqsith Yang Maha Adil An-Nuur: 47
87 al-Jaami’ Yang Maha Pengumpul Sabaa’: 26
88 al-Ghaniyy Yang Maha Kaya Al-Baqarah: 267
89 al-Mughnii Yang Maha Mencukupi An-Najm: 48
90 al-Maani’ Yang Maha Mencegah Hadits at-Tirmizi
91 adh-Dhaarr Yang Maha Pemberi Derita Al-An’aam: 17
92 an-Naafi’ Yang Maha Pemberi Manfaat Al-Fath: 11
93 an-Nuur Yang Maha Bercahaya An-Nuur: 35
94 al-Haadii Yang Maha Pemberi Petunjuk Al-Hajj: 54
95 al-Badii’ Yang Maha Pencipta Al-Baqarah: 117
96 al-Baaqii Yang Maha Kekal Thaahaa: 73
97 al-Waarits Yang Maha Mewarisi Al-Hijr: 23
98 ar-Rasyiid Yang Maha Pandai Al-Jin: 10
99 ash-Shabuur Yang Maha Sabar Hadits at-Tirmizi

Ya Rabbii lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhika wa’adhiimi sulthoonik. Alhamdulillaahi rabbil ‘alamiin. Subhaanallah wa bihamdihi, ‘adada khalqihi waridhaa nafsihi, wa zinata ‘arsyihi, wa midaada kalimaatihi.

Allahumma shalli ‘alaa Muhammadinnabiyyil ummiyi, wa azwaajihi ummahaatul mukminiin, wa dzuriiyatihi wa ahla baitihi, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiim. Innaka hamiidun majiid.

Astaghfirullahal ‘adhiim alladzii laa ilaaha illa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaihi. Laa ilaaha illa Anta subhaanaka innii kuntu minadhdhaalimiin.

Allahumma innaa nas’aluka bi anna lakal hamdu laa ilaaha illa Antal Mannaan Badii’ussamaawati wal ardh, Hayyu Qayyuum, ya dzal Jalaali wal Ikraam.

UMRAHKAN KAMI YA ALLAH DI AWAL TAHUN 2010 ATAU PADA PERTENGAHAN TAHUN 2010. IZINKAN DAN RIDHAI KAMI MEMASUKI DUA KOTA SUCIMU. RIDHAI KAMI BERIBADAH DI SANA DENGAN IBADAH YANG ENGKAU TERIMA. TAPI KAMI FAQIR. KAMI TIDAK MEMILIKI UANG SEBANYAK ITU. KAMI LEMAH. KAMI SAKIT. KAMI BODOH DAN KAMI ZALIIM.

BUKALAH UNTUK KAMI DUA GERBANG KOTA SUCIMU, MAKKAH DAN MADINAH. IZINKAN KAMI DAN RIDHAI KAMI MEMASUKINYA. ANUGERAHI KAMI ‘AFIAT. CUKUPKANLAH SEGALA APA YANG KAMI BUTUHKAN DI SANA DI SAAT ITU. LINDUNGI KAMI DARI SEGALA MACAM KEKURANGAN. DAN PULANGKANLAH KAMI KE NEGERI KAMI DALAM KEADAAN SEHAT DAN SENTOSA SERTA IBADAH YANG DITERIMA.

SETELAH KAMI ENGKAU UMRAH-KAN, HAJI-KAN KEDUA ORANGTUA KAMI PADA TAHUN YANG TIDAK TERLALU LAMA SETELAH HARI INI. ENGKAU MAHA PEMBERI. ENGKAU MENGABULKAN DOA-DOA. AMPUNI SEMUA DOSA KAMI DAN KABULKAN DOA-DOA KAMI.

Laa ilaah illa Anta subhaanaka innii kuntu minadhdhaalimiin. Allahumma shalli ‘alaa Muhammad wa ’alaa aali Muhammad kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahim. Wa baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahiim fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.

Subhaana rabbika rabbil izzati ‘amma yashifuun. Walhamdulillaahi rabbil ‘alamiin.

... kok mau kalah sama anak TK ?

Ippho Santosa II
Tahun baru identik dengan perubahan. Tentunya, ke arah yang lebih baik. Kalau sama saja? Itulah orang yang merugi! Kalau lebih buruk? Itulah orang celaka!

Bayangkan:
- Umur sudah 20-an atau 30-an, tapi surat Al-Quran yang kita hafal kok masih itu-itu saja? Paling cuma 5 surat! Kalah sama anak TK. Tapi, giliran lagu, kita bisa hafal ratusan. Apa tidak malu?

- Sholat sunnah, puasa sunnah, dan sedekah sudah nambah berapa dari tahun sebelumnya? Mestinya malu, kalau masih gitu-gitu aja. Sementara permintaan kita kepada Allah makin hari makin banyak. (Note: banyak meminta itu boleh kok.)

- Bagaimana dengan kecintaan terhadap Allah? Terhadap Nabi? Kenikmatan dalam beribadah? Sementara kecintaan kita terhadap aset-aset duniawi dan keluarga makin menjadi-jadi. (Note: cinta keluarga itu boleh kok.)

- Bagaimana dengan pengetahuan tentang sejarah dan perjuangan Nabi? Apa tahunya cuma itu-itu saja, sama seperti ilmu yang didapat zaman TK dan SD dulu? Sementara kehidupan dan kutipan kata-kata selebritis kita simak mati-matian.

- Silaturahim sudah nambah berapa? Ilmunya? Akhlaknya? Syukurnya? Ikhlasnya?

Idealnya, dari segi spiritual, emosional, intelektual, dll, semuanya menuju ke arah yang lebih baik. Jadi, mari sama-sama kita memperbaiki diri! Itu baru namanya ‘merayakan’ tahun baru! Sip?



Ippho Santosa
Penulis Mega-Bestseller “10 Jurus Terlarang! Kok Masih Mau Bersaing Cara Biasa?”

Doa-doa mereka telah dikabulkan. Kini giliran kita berdoa…. (bag. Ke-1)

Nur Arif Hidayatmo
Doa-doa mereka telah dikabulkan. Kini giliran kita berdoa…. (bag. Ke-1)


Inilah yang diminta oleh Nabi Sulaiman:
Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi." (Quran Surat Shaad: 35)

Nabi Zakaria yang sudah renta meminta keturunan:
“Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik. (Quran Surat Al Anbiyaa’: 89)

“Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (Quran Surat Ali Imran: 38)


Nabi Ayub yang terkena penyakit, ia meminta kesembuhan:
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (Quran Surat Al Anbiyaa’: 83)

Nabi Musa meminta rahmat Allah:
“Musa berdoa: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." (Quran Surat Al A’raaf: 151)


Istri Imraan meminta seorang anak yang soleh dan berkhidmat di Baitul Maqdis:
“(Ingatlah), ketika isteri 'Imran berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Quran Surat Ali Imran: 35)

Doa-doa mereka telah DIKABULKAN ALLAH. Mungkin karena memang mereka adalah Nabi. Tapi lihatlah, ada DOA istri Imran, sedangkan dia bukan seorang Nabi.

Doa-doa mereka dikabulkan Allah bukan hanya lantaran mereka adalah para Nabi. BACALAH kembali doa-doa di atas dan lihatlah KALIMAT-KALIMAT AKHIR dari doa-doa mereka.

Doa-doa mereka dikabulkan Allah karena mereka MEMINTA APA YANG MEREKA INGINKAN lalu MENUTUP DAN MENGAKHIRI doanya dengan menyebut Asmaaul Husna. Dan itulah salah satu sebab sebuah doa akan dikabulkan Allah!

Sulaiman mengatakan di akhir doanya, “…sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.”

Zakaria mengatakan di akhir doanya, “…Engkaulah Waris Yang Paling Baik.” Serta, “ … Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.”

Ayub mengatakan di akhir doanya, “…Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Musa mengatakan di akhir doanya, “…Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”

Dan Istri Imran berkata dalam nadzarnya. “Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Allah yang MENYURUH kita pada saat kita MEMINTA dan BERDOA, kita disuruh untuk menyebut ASMAAUL HUSNA.

“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, MAKA BERMOHONLAH KEPADA-NYA DENGAN MENYEBUT ASMAA-UL HUSNA ITU dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Quran Surat Al A’raaf: 180)


Note:bila posting ini terkirim dua kali, kami meminta maaf, karena pengiriman sedikit error

APAKAH DOA-DOA KITA DIDENGAR?

Nur Arif Hidayatmo
APAKAH DOA-DOA KITA DIDENGAR?


Sebagian orang, malas atau enggan berdoa karena menurut mereka hampir tidak ada gunanya berdoa. Berdoa adalah sebuah usaha yang sia-sia.

Apa pasal?

Karena mau berdoa seperti apapun doa-doa yang ia ucapkan TIDAK AKAN SAMPAI kepada Allah, atau tidak akan DIDENGAR oleh Allah. Berdoa menurut mereka adalah sebuah ritual yang KHUSUS diberikan kepada HAMBA-HAMBA terpilih seperti ulama, orang–orang soleh, atau mereka yang tidak pernah melakukan perbuatan-perbuatan yang buruk. Dan doa-doa mereka pasti tidak pernah tertolak.

Tidak terlalu salah atau juga tidak terlalu benar pernyataan di atas. Bacalah kisah nyata di bawah ini, Muhammad Salamah Jabr pernah menceritakannya kepada kita semua yang kurang lebih ceritanya seperti ini:

Saat itu di suatu malam, ada sebuah kapal penuh penumpang yang masih berada di tengah lautan. Dan saat itu cuaca sedang sangat tidak bersahabat. Badai yang sangat menakutkan mengombang-ambingkan kapal dan membuatnya hancur.

Sebagian besar penumpang hanya bisa pasrah. Tidak ada gunanya berdoa. Tidak ada gunanya berusaha. Karena badai yang seperti itu pasti akan mengantarkan mereka semuanya kepada kematian. Kalaupun badai itu reda, itu juga tidak ada gunanya. Karena kapal pasti sudah hancur yang akan membuat mereka hanya bisa terapung-apung tanpa ada siapapun yang bisa menyelamatkan mereka. Mengharapkan ada nelayan atau ada kapal yang lewat lalu menyelamatkan mereka juga mustahil, karena tidak mungkin ada yang berlayar pada cuaca seperti itu. Dan mereka tahu pada jam-jam itu dan pada hari itu tidak ada jadwal kapal yang melewati tempat itu. Mereka hanya bisa pasrah.

Tapi ada salah seorang penumpang yang masih memiliki pengharapan kepada Allah. Seberapapun mustahilnya sebuah keadaan, bila ia menyeru Allah, Allah pasti akan Mendengar. Di saat yang lain hanya bisa pasrah, orang itu terus menerus menyebut Nama Allah dan meminta PertolonganNya.

Apa yang terjadi setelah itu? Bagaimana cara Allah Menolong dia? Bukankah tidak ada jadwal pelayaran dari kapal manapun menuju tempat musibah itu? Aduhai…jika kita tahu, itu adalah sebuah PENYELAMATAN yang penuh dengan AYAT-AYAT KEBESARAN ALLAH!!!

Saat satu demi satu orang-orang yang hanya bisa pasrah itu meninggal dunia di lautan, Allah Menggerakkan sesuatu di tempat yang jauh untuk usaha penyelamatan ini.

Di suatu tempat, ada seorang Sultan, biasanya ia setelah Isya akan tidur agar ia bisa bangun shalat malam. Tapi malam itu ia tidak bisa memejamkan matanya. Ia gelisah. Ia sudah mencoba tidur tapi tetap tidak bisa. Akhirnya ia memerintahkan agar salah satu kapal yang dimiliki negara untuk dikeluarkan dan melakukan pelayaran menuju Afrika malam itu juga apapun kondisi cuacanya!!!

Akhirnya kapal itu berlayar atas kehendak Allah dan harus melewati tempat terjadinya musibah itu. Seluruh kru kapal tidak ada yang tahu mengapa mereka harus berlayar pada malam itu dan untuk tujuan apa, tapi Allah telah merencanakan semuanya untuk sebuah TUJUAN yang telah DIRENCANAKANNYA.

Saat melewati bangkai kapal yang telah hancur itu, mereka terhenti. Mereka melihat banyak sekali korban. Mereka pun berusaha mencari mereka yang masih hidup. Dan yang masih bertahan hanya satu orang. Dan itu adalah orang yang terus menerus MEMANGGIL NAMA ALLAH. Lalu orang itu pun selamat. Ia hidup. Dan kisah ini sampai kepada kita di hari ini!!!

Seperti itulah cara Allah menyelamatkan siapapun yang meminta kepadaNya. Dan penyelamatannya bukan penyelamatan biasa. Tapi penyelamatan yang penuh dengan KEAGUNGAN. Allah bisa saja mengantar perahu nelayan menuju tempat itu lalu menyelamatkan orang itu. Atau Allah bisa saja menundukkan gelombang untuk menghempaskan orang itu menuju daratan. Tapi Allah ingin menunjukkan kepada kita semua bahwa doa-doa itu pasti DIDENGAR ALLAH. Dan mereka yang menyebut NamaNya saat membutuhkan pertolonganNya, akan ditolong Allah dengan cara yang penuh dengan KEMULIAAN.

Orang itu hanyalah orang biasa. Tapi ia terus memanggil-manggil Pemilik Kemuliaan. Karena itu ia diselamatkan tidak hanya oleh satu orang, melainkan oleh seluruh kru kapal, dan dikirim untuknya kapal negara.

Apa yang kita rasakan bila kita hanya seorang warga biasa tapi tiba-tiba 1 batalyon militer datang kepada kita dengan sebuah perintah bahwa mereka diutus untuk mengawal kita sampai ke kota tujuan kita, dan kita diantarnya menggunakan pesawat negara? Kita dimuliakan.Dan seperti itulah Allah memuliakan orang itu. Karena ia terus-menerus memanggil Nama Allah dan meminta pertolonganNya. Dan pertolonganNya datang dengan penuh KEMULIAAN.

Doa-doa kita didengar, percayalah. Saat kita menyeru, “Ya Allah, Ya Rahmaan, tolonglah aku…” Allah mendengar seruan kita itu. Oleh karena itu teruslah menyebut Nama Allah dan mintalah! Sebutlah NamaNya pada saat kita berdiri, duduk atau berbaring. Teruslah meminta dan teruslah berdoa sampai apa yang kita minta itu dikabulkan oleh Allah!

Antara doa kita dan Allah ada hijab (dinding). Dan hijab itu adalah shalawat kepada Nabi Saw. Dan manakala kita berdoa dan setelah itu kita bershalawat, hijab itu terbuka, dan doa kita akan sampai kepada Allah.

Allahumma shalli ‘alaa muhammadinnabiyyil ummiyyi, wa azwaajihi ummahaatul mukminiin, wa dzurriyatihii wa ahla baitihi, kamaa shallaita ‘alaa Ibraahiima wa ‘alaa aali Ibraahim, innaka hamiidun majiid.

Nabi Miskin vs Nabi Kaya

Ippho Santosa II
Black Eyed Peas pernah menulis lirik, “Can you practice what you preach?” Dapatkah Anda mempraktikkan apa yang Anda teorikan? Dapatkah Anda mengamalkan apa yang Anda ajarkan? Sidang pembaca sekalian, sungguh, tidaklah sempurna sebuah ajaran sebelum adanya suatu keteladanan.

- Bayangkan Anda adalah orang miskin, yang kebetulan menjadi umatnya Nabi Sulaiman. Sebagai orang miskin, dapatkah Anda meneladani nabi Anda sepenuhnya? Sedikit-banyak, ini menjadi satu tanda tanya. Karena seumur-umur Nabi Sulaiman tidak pernah jadi orang miskin.

- Bayangkan Anda adalah orang kaya, yang kebetulan menjadi umatnya Nabi Syu’aib. Sebagai orang kaya, dapatkah Anda meneladani nabi Anda sepenuhnya? Sedikit-banyak, ini juga menjadi satu tanda tanya. Karena seumur-umur Nabi Syu’aib tidak pernah jadi orang kaya. (Tentu saja, menurut Yang Maha Kuasa, itu adalah yang terbaik pada masa itu.)

- Nabi Idris mencari nafkah sebagai tukang jahit. Nabi Daud, tukang besi. Nabi Zakaria, tukang kayu. Nabi Yusuf, menteri. Nabi Musa, penggembala. Ringkasnya, masing-masing hanya memberikan keteladanan pada satu sisi kehidupan. Kurang lengkap. Pastinya, ini sedikit merepotkan sekiranya Anda mencari nafkah di bidang ketentaraan, pemerintahan, atau perdagangan.

- Tanpa bermaksud mengecilkan peran nabi-nabi yang lain, harus diakui, cuma Nabi Muhammad-lah yang mampu memberikan keteladanan untuk seluruh sisi kehidupan. Pernah kaya, pernah miskin. Pernah di ketentaraan, pernah di pemerintahan. Pernah jadi penggembala, pernah jadi pedagang. Betul-betul lengkap.

Bagaimana menurut Anda? Punya pendapat lain?



Ippho Santosa
Entrepreneur & Penulis Mega-Bestseller Seri Otak Kanan
- 10 Jurus Terlarang!
- 13 Wasiat Terlarang!
- Marketing is Bullshit
- Muhammad Sebagai Pedagang

Mulai saat ini, mintalah…(bag. Ke-4)

Nur Arif Hidayatmo
Mulai saat ini, mintalah…(bag. Ke-4)

Nantikanlah datangnya hari Jumat, karena ada SAAT di hari itu dimana DOA-DOA akan DIKABULKAN.
Nabi Muhammad Saw yang menyampaikannya kepada kita, bahwa HARI JUMAT adalah HARI TERBESAR di sisi Allah Swt, melebihi HARI IEDUL FITHRI DAN IEDUL ADHA. Dan pada HARI JUMAT itu ADA suatu saat DIMANA TIDAK SEORANG HAMBA PUN MEMOHON SESUATU PADANYA, KECUALI AKAN DIKABULKAN ALLAH SELAMA YANG DIMINTANYA BUKAN SESUATU YANG HARAM. [Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah dan Ahmad]
Tapi kapankah saat itu? Pada jam berapakah?
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikannya kepada kita:
“…bahwa pada HARI JUMAT itu ada suatu saat, DIMANA TIADA SEORANG HAMBA MUKMIN PUN SHALAT kemudian berdoa kepada allah ta’ala sedang waktunya bertepatan dengan SAAT ITU, melainkan ALLAH PASTI AKAN MENGABULKAN PERMOHONANNYA.” [Diriwayatkan Ibnu Majah]
“Pada HARI JUMAT itu ada suatu SAAT dimana tidak seorang Muslim pun memohonkan sesuatu kebaikan kepada Allah Ta’ala dan waktunya bertepatan dengan saat itu, melainkan Allah pasti akan mengabulkan permohonannya. Dan SAAT ITU ADALAH SESUDAH ASHAR.” [Diriwayatkan oleh Ahmad]
Atau dalam riwayat yang lain:
“…dan CARILAH saat itu PADA WAKTU-WAKTU TERAKHIR SETELAH ASHAR.”
Peristiwa ini disediakan Allah sekali dalam sepekan. Allah memberI waktu hanya sekejap bagi orang-orang yang ingin MEMINTA dan BERDOA, atau dalam riwayat lain ada 1 jam dari 24 jam di hari Jumat. KARENA ITU, NANTI-NANTIKANLAH DATANGNYA HARI JUMAT. DAN TUNGGULAH TIBANYA WAKTU ITU. Persiapkanlah mulai hari ini, daftar PERMINTAAN KITA yang akan kita MOHONKAN kepada Allah. Dan bila HARI JUMAT esok telah datang, bersiap-siaplah. Tunggu saat-saat menjelang Ashar.
Menjelang Ashar bersiaplah pergi ke masjid atau mushalla. Kerjakan Ashar dengan berjamaah. Kosongkan jadwal antara Ashar sampai Maghrib. Usahakan kita tidak disibukkan oleh apapun. Karena saat itu akan kita pakai untuk MEMINTA. Selama 3 JAM, BERDOALAH BANYAK-BANYAK. MEMINTALAH APAPUN YANG KITA INGINKAN UNTUK DIHADIRKAN ALLAH dalam hidup kita. Dan hendaknya yang kita MINTA ITU adalah benar-benar sesuatu yang membuat kita BAHAGIA DUNIA DAN AKHIRAT. Ketahui apa yang kita INGINKAN, lalu MEMINTALAH KEPADA ALLAH. Dan saat penuh kemakbulan itu berakhir manakala adzan Maghrib dikumandangkan oleh muadzin.
****
Ada dua orang Majusi, kakak beradik yang ditugasi untuk menjaga api. Kakaknya berumur 70-an tahun. Adiknya berumur 30-an tahun. Sampai suatu saat sang adik bertemu dengan Malik bin Dinar, lalu dihadapannya ia mengucapkan syahadat. Kakaknya tidak mau masuk Islam karena ia khawatir ia akan dikucilkan oleh masyarakatnya.
Dan benar, saat sang adik masuk Islam, masyarakat mengucilkannya. Kehidupannya dipersempit. Saat ia ingin bantuan orang-orang, mereka tidak ada yang mau membantu. Saat ia meminta pekerjaan, orang-orang tidak ada yang mau memberinya pekerjaan.

Akhirnya ia dan keluarganya tinggal di reruntuhan bangunan. Sampai suatu saat mereka kelaparan dan sudah tidak ada lagi yang bisa dimakan. Ia pergi ke pasar dan berbagai tempat untuk bekerja, tapi ia tidak dapat apa-apa. Akhirnya ia hanya bisa ke masjid lalu beribadah semalaman. Dan saat malam tiba, ia baru pulang ke rumah.
Istrinya meminta upah kerjanya hari itu, tapi ia tidak membawa apa-apa. Ia hanya berkata, “Aku telah bekerja pada Sang Raja, dan baru besok Ia akan Memberikan upahnya.”
Esoknya ia mengalami hal yang sama. Tidak seorang pun yang mau memberinya pekerjaan. Dan malam kedua itu mereka kelaparan lagi. Dan ia pun hanya menjawab, “Aku sudah dua hari bekerja pada Sang Raja, mungkin baru esok upah itu akan dibayarNya.” Padahal ia sudah mencari kesana kemari pekerjaan dan tidak ia dapatkan. Selama seharian ia hanya berada di masjid untuk bermunajat.
Hari ketiganya adalah HARI JUMAT. Dan di hari itu pun lagi-lagi ia tidak mendapatkan pekerjaan. Lalu IA PUN PERGI KE MASJID, MENGERJAKAN SHALAT DUA RAKAAT, LALU IA ANGKAT KEDUA TANGANNYA UNTUK BERDOA:
“YAA TUHANKU, DENGAN KEMULIAAN AGAMA INI YAITU ISLAM, DAN DENGAN KEMULIAAN HARIMU INI YAITU HARI JUMAT, HAPUSKANLAH RASA SUSAH HATIKU DARI URUSAN NAFKAH UNTUK KELUARGA….”
Di saat yang bersamaan, menjelang tibanya waktu Jumat, ada seseorang yang mengetuk pintu rumahnya. Dan saat itu di rumahnya hanya ada istrinya. Orang itu datang sambil membawa baki/ nampan yang tertutup kain. Orang itu kemudian berkata:
“AMBILLAH DAN TERIMALAH BAKI INI, DAN KATAKAN KEPADA SUAMIMU BAHWA INI SEMUA ADALAH UPAH PEKERJAANNYA UNTUK ALLAH TA’ALA DI HARI JUMAT INI. KARENA SESUNGGUHNYA AMAL YANG SEDIKIT DI HARI INI BERNILAI BANYAK PAHALANYA DI SISI ALLAH.” Lalu orang itu pun pergi.
Dan tahukah kita siapa dan apa yang dibawa oleh laki-laki tadi?
Ternyata di dalam baki itu ketika kain penutupnya dibuka, di dalamnya berisi kepingan-kepingan SERIBU DINAR. DAN SAAT SEKEPING DINAR ITU DITIMBANG, BERATNYA DUA KALI BERAT DINAR DI DUNIA!!!!
Mulailah Jumat esok kita pergi ke masjid atau mushalla.
Angkat kedua tangan kita sejajar bahu! Atau jika masalah yang kita hadapi sangat berat, angkat LEBIH TINGGI LAGI! Sebut Nama Allah! Dan ucapkan shalawat untuk Nabi 10 kali, 20 kali, atau seberapapun kita ingin mengucapkan shalawat untuknya! Baca surat Yasin sampai selesai, lau BERDOALAH, MINTALAH kepada Allah! Baca surat Al Hadiid sampai selesai, lalu BERDOALAH, MINTALAH kepada Allah! Baca surat Al Kahfi sampai selesai, lalu BERDOALAH, MINTALAH kepada Allah! Baca surat Al Mulk sampai selesai, lalu BERDOALAH, MINTALAH kepada Allah! Baca Zahrawain (Al Baqarah dan Ali Imraan) sampai selesai, lalu BERDOALAH, MINTALAH kepada Allah! Atau bacalah surat apapun yang kita pilih sampai selesai, lalu BERDOALAH, MINTALAH kepada Allah!
Selama 3 jam setelah Ashar di hari Jumat , MULAILAH UNTUK BERDOA!
Selama 3 jam setelah Ashar di hari Jumat, MULAILAH UNTUK MEMINTA!
Karena saat shalat Maghrib telah tiba, saat yang penuh KEMAKBULAN itu berakhir…..

Mulai saat ini mintalah,karena sudah cukup lama kita tidak pernah meminta kepada Allah.